Soal dan Jawaban Materi : PENGUMPULAN DATA, ANALISIS, DAN PROPOSAL PENELITIAN | Metode Penelitian
1.
Jelaskan perbedaan yang mendasar pengertian populasi dan sampel dalam
penelitian kuantitatif dan kualitatif!
Prof. Dr.
Sugiyono (2010) menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar dalam pengertian
antara “ populasi dan sampel” dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Dalam penelitian kuantitatif, populasi di artikan sebagai wilayah generalisasi
yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi itu misalnya penduduk di wilayah tertentu, jumlah guru
dan murid di sekolah tertentu dan sebagainya. Populasi bukan hanya orang,
tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan
sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi
meliputi keseluruhan karakteristik/sifat yang dimiliki oleh obyek/subyek
itu. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi itu, apa yang dipelajari dari
sampel, kesimpulan akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang
diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
Dalam
penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi menggunakan
istilah situasi sosial, yang terdiri atas tiga elemen yaitu: tempat,
pelaku dan aktifitas yang berinteraksi secara sinergis. Situasi sosial
tersebut, dapat dinyatakan sebagai obyek penelitian yang ingin diketahui “ apa
yang terjadi” di dalam nya, misalnya rumah berikut keluarga dan aktifitasnya.
Situasi sosial tidak hanya terdiri dari tiga elemen tersebut, tetapi bisa juga
berupa peristiwa alam, binatang, tumbuh-tumbuhan dan sejenisnya. Sedangkan
sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden, tetapi sebagai
nara sumber, partisipan, informan, teman dan guru dalam penelitian. Sampel
dalam penelitian kualitatif, juga bukan disebut sampel statistik, tetapi sampel
teoritis, karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menghasilkan teori.
2.
Jelaskan teknik pengumpulan data: observasi, wawncara, dokumentasi, dan
triangulasi/gabungan!
Interview (Wawancara)
Wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan
studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga
apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam
dan jumlah respondennya sedikit/ kecil.
Menurut
Sutrisno Hadi dalam (http://www.slideshare.net/NastitiChristianto/teknik-analisis-data-kuantitatif-dan-kualitatif), mengemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti
dalam menggunakan teknik interview dan juga kuesioner adalah sebagai berikut:
- Bahwa subjek
(responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri
- Bahwa apa yang
dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya
- Bahwa
interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti
kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si peneliti.
Observasi
Menurut
(Arikunto, 2006: 229) dalam http://www.slideshare.net/NastitiChristianto/teknik-analisis-data-kuantitatif-dan-kualitatif menggunakan observasi cara yang paling
efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai
instrumen pertimbangan kemudian format yang disusun berisi item-item tentang
kejadian atau tingkah laku yang digambarkan. Dari peneliti berpengalaman
diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar
mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian
kepada skala bertingkat. Misalanya memperhatikan reaksi penonton televisi,
bukan hanya mencatat rekasi tersebut, tetapi juga menilai reaksi tersebut
apakah sangat kurang, atau tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Dokumentasi
Pada dasarnya,
dokumentasi diambil dari bahasa inggris, yaitu documentation. Dilansir dari
laman resmi kamu oxfordlearnersdicrionaries,
terdapat dua pengertian dokumentasi atau documentation. Pertama, yaitu
menyuguhkan informasi atau bukti resmi yang berguna untuk catatan. Kedua,
sebagai upaya mencatat dan mengkategorikan suatu informasi dalam bentuk
tulisan, foto, video, dll.
Jadi, bisa
ditarik kesimpulan bahwa pengertian dokumentasi adalah bentuk kegiatan atau
proses sistematis dalam melakukan pencarian, pemakaian, penyelidikan,
penghimpunan, dan penyediaan dokumen untuk memperoleh penerangan pengetahuan,
keterangan, serta bukti dan juga menyebarkannya kepada pihak berkepentingan.
Selain itu,
pengertian dokumentasi adalah suatu bentuk kegiatan atau proses dalam menyediakan
berbagai dokumen dengan memanfaatkan bukti yang akurat berdasarkan pencatatan
dari berbagai sumber.
Beberapa pihak
ada yang menganggap bahwa dokumentasi sama dengan bentuk kearsipan dalam
perpustakaan, nyatanya jelas berbeda. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa
pengertian dokumentasi adalah penghimpunan dokumen atas suatu subjek tertentu.
Contohnya,
data yang diperoleh dari proses dokumentasi bisa dimanfaatkan untuk
memperkenalkan perusahaan secara lengkap kepada karyawan baru. Untuk itu,
kegiatan ini memiliki hubungan yang erat dalam proses administrasi dalam dunia
bisnis.
Triangulasi/Gabungan
Penelitian metode campuran merupakan
pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk
kualitatif dan bentuk kuantitatif. Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi
filosofis, aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta
pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian. Penelitian
metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan
bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Pendekatan ini melibatkan
asumsi-asumsi filosofis, aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan
kuantitatif, serta pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu
penelitian. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan
menganalisis dua jenis data; tetapi juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan
penelitian tersebut secara kolektif sehingga kekuatan penelitian ini secara
keseluruhan lebih besar daripada penelitian kualitatif dan kuantitatif.
3. Proses analisis data penelitian
kualitatif sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah
selesai di lapangan. Jelas proses analisis tersebut!
Analisis
data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan,
selama dilapangan, dan setelah selesai dilapangan. Dalam hal ini Nasution
(1988) menyatakan ”Analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan
masalah, sebelum terjun kelapangan dan berlangsung terus sampai penulisan hasil
penelitian. Analisis data menjadi pegangan bagi penelitian selanjutnya sampai
jika mungkin, teori grounded”. Namun dalam penelitian kualitatif, analisis data
lebih difokuskan selama proses dilapangan bersamaan dengan pengumpulan data.
a. Analisis Sebelum di Lapangan
Penelitian kualitatif telah
melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan
terhadap data hasil studi pendahuluan atau data skunder, yang akan digunakan
untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih
bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama
dilapangan.
Jadi ibarat seseorang ingin mencari
pohon jati disuatu hutan. Berdasarkan karakteristik tanah dan iklim, maka dapat
diduga bahwa hutan tersebut ada pohon jatinya. Oleh karena itu peneliti dalam
membuat proposal penelitian, fokusnya adalah ingin menemukan pohon jati pada
hutan tersebut, berikut karakteristiknya.
Setelah peneliti masuk ke hutan
beberapa lama, ternyata hutan tersebut tidak ada pohon jatinya. Kalau peneliti
kuantitatif tentu akan membatalkan penelitiannya. Tetapi kalau peneliti
kualitatif tidak, karena fokus penelitian bersifat sementara dan akan
berkembang setelah dilapangan. Bagi peneliti kualitatif, kalau fokus penelitian
yang dirumuskan pada proposal tidak ada dilapangan, maka peneliti akan merubah
fokusnya, tidak lagi mencari kayu jati lagi di hutan, tetapi akan berubah dan
mungkin setelah masuk hutan tidak lagi tertarik pada kayu jati tetapi beralih
kepohon-pohon yang lain, bahkan juga mengamati binatang yang ada dihutan
tersebut.
b. Analisis Selama di Lapangan Model Miles and Huberman
Analisis data dalam penelitian
kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah
selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara peneliti
sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang
diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan
melanjutkan pertanyaannya lagi sampai tahap tertentu, diperoleh data yang
dianggap kredibel. Miles and Huberman (2984) mengemukakan bahwa aktivitas dalam
analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara
terus menerus sampai jenuh. Aktifitas dalam analisis data, yaitu data
reduction, data display dan conclusion drawing/ferification.
a. Data reduction (reduksi data)
Data yang diperoleh di lapangan
jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci.
Seperti telah dikemukakan makin lama peneliti di lapangan, maka jumlah data akan
makinbanyak, kompleks dan rumit. Untukn itu perlu segers dilakuakan analissi
data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum , memilih hal-hal
yang pokok, memfokuskan pada hal- hal yang penting, dicari tema dan polanya dan
memebuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan
memberikan gambaran yang lebih jelas, dan memepermudah peneliti untuk
melakuakan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinyan bila diperlukan.
Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti computer mini,
dengan memberikan kode-kode pada aspek- aspek tertentu.
Dalam suatu situasi social tertentu,
peneliti dalam mereduksi data mungkin akan memfokuskan pada murid dari keluarga
orang tua miskin, pekerjaan sehari- hari yang dikerjakan, dan rumah tinggalnya.
dalam bidang manajemen, dalam mereduksi data mungkin peneliti akan memfokuskan
pada bidang pengawasan, dengan melihat perilaku orang-orang yang menjadi
pengawas, tempat kerja, antara pengawas dengan yang diawasi serta hasil
pengawasan.
Dalam mereduksi, data setiap
peneliti akan dipandu oleh tujuan yang dicapai. Tujuan utama dalam penelitian
kulitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, kalau peneliti dalam melakukan
penelitian, menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum
memiliki, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan
reduksi data. Ibarat melakuakn penelitian di hutang maka pohon- pohon atau
tumbuh- tumbuhan dan binatang- binatang yang belum dikenal selama ini, justru
dijadikan focus untuk pengamatan selanjutnya.
Reduksi data merupakan proses
berfikir sensitive yang memerlukan kecerdasan dan keluasan serta kedalaman
wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang baru, dalam melakukan reduksi data
dapat mediskusikan pada teman atau orang lain yang dipandang ahli. Melalui
diskusi itu, maka wawasan peneliti akan berkembang sehingga dapat merediksi
data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang segnifikan.
b. Data display (penyajian data)
Setelah data reduksi, maka langkah
selanjutnya adalh mendisplaykan data. Kalau dalam penelitian kuantitatif
penyajian data ini dapat dilakuakan dalam bentuk table, grafik, pictogram dan
sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan,
tersususn dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.
Dalam penelitian kualitatif,
penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan
antar kategori dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman(1984)
menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian
kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
Dengan mendisplaykan data maka akan
memedahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya
berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Miles and Huberman(1984).
Selanjutkan disarangkan, dalam melakukan dispalay data, selain dengan teks yang
naratif, juga dapat berupa grafik, matrik, network dan chart. Untuk mengecek
apakah peneliti telah memahami apa yang didisplaykan, maka perlu dijawab
pertayaan berikut, apakah anda tahu apa isi yang didisplaykan.
c. Conclusion Drawing/verification
Langkah ketiga dalam analisis data
kulitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan
verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan
berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap
pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila data kesimpulan data yang
dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh kembali bukti-bukti yang valid dan
konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan
yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Dengan demikian kesimpulan dalam
penelitiankualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan
sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa
masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat
sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan.
Kesimpulan dalam penelitian
kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum
pernah ada. Temuan dapat berupa diskripsi atau gambaran suatu obyek yang
sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi
jelas, dapat berupa hubungan kasual atau interaktif, hipotesis atau teori.
c. Analisis Data Selama di Lapangan Model Spradley
Spradley (1980) membagi analisis
data dalam penelitian, berdasarkan tahapan dalam penelitian kualitatif. Tahapan
penelitian kualitatif menurut Spradley bahwa proses penelitian kualitatif
setelah memesuki lapangan,dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci
“key informant”yang merupakan informan yang berwibawa dan dipercaya mampu
“membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian.Setelah itu
peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut dan mencatat hasil
wawancara. Selanjutnya perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai
mengajukan pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasil
wawancara. Berdasarkan hasil dari analisis wawancara selanjutnya peneliti
melakukan analisis domain. Pada langkah ketujuh peneliti sudah menentukan fokus
dan melakukan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisi taksonomi,
selanjutnya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilanjutkan dengan
analisis komponensial. Hasil dari analisis komponensial, selanjutnya peneliti
menemukan tema-tema budaya. Berdasarkan temuan tersebut, selanjutnya peneliti
menuliskan laporan penelitian emografi.
Jadi proses penelitian berangkat
dari yang luas, kemudian memfokus, dan meluas lagi. Terdapat tahapan analisis
data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif yaitu analis domain, taksonomi
dan komponensial, anlisis tema cultural.
4. Buatlah contoh
sistematikan proposal:
a. penelitian kuantitatif
b. penelitian kualitatif
a. Penelitian Kuantitatif
Untuk sistematika proposal
penelitian kuantitatif dapat disimak sebagai berikut.
JUDUL
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORI
- Kajian Teoritis
- Kerangka Berpikir
- Hipotesis Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Uji Validitas dan Reabilitas
- Definisi Operasional
- Instrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Pada penelitian kuantitatif, bab
pendahuluan menjadi bagian pembuka yang umumnya berisikan latar belakang
permasalahan, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat dari penelitian. Di beberapa
universitas, bab I terkadang juga dilengkapi dengan definisi operasional, namun
pada tulisan ini definisi operasional akan dimasukkan dalam bab III yaitu
metode penelitian.
Kemudian, di bagian bab II akan
berisi mengenai teori-teori yang akan digunakan dalam penelitian. Jumlah teori
yang digunakan bergantung pada variabel yang dicantumkan dalam judul. Jika
jumlah variabel ada 2, maka teori yang digunakan pun berjumlah 2. Pada
penelitian kuantitatif, bagian bab 2 juga dilengkapi dengan hipotesis
penelitian yang mana nantinya akan dibuktikan kebenarannya dalam penelitian
yang sesungguhnya setelah proposal sudah disetujui.
Untuk bab III atau metode
penelitian, bisa dikatakan adalah bab paling penting dalam proposal penelitian
kuantitatif. Hal ini dikarenakan bab III menjadi bagian yang akan menentukan
apakah proposal tersebut layak untuk disetujui atau tidak. Oleh karenanya,
penulisan yang akurat pada bagian metode penelitian benar-benar harus
dipertimbangkan.
b. Penelitian Kualitatif
Setelah mengetahui sistematika untuk
penulisan proposal penelitian kuantitatif, berikut adalah sistematika dari
proposal penelitian kualitatif.
JUDUL
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORI
- Kajian Teoritis
- Kerangka Berpikir
BAB III METODE PENELITIAN
- Pendekatan Penelitian
- Subjek Penelitian
- Sumber Data
- Prosedur Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Dari sistematika proposal kualitatif
di atas, dapat dilihat jika terdapat beberapa perbedaan antara sistematika
proposal kualitatif dengan proposal kuantitatif. Pada proposal kualitatif,
bagian bab II tidak dilengkapi dengan hipotesis penelitian.
Kemudian, pada bagian bab III juga
tidak terlalu banyak poin dan lebih berfokus pada data penelitian. Namun, sama
seperti di penelitian kuantitatif, bagian bab III juga memegang peranan penting
dalam penelitian kualitatif. Sehingga, dalam penjelasannya diharuskan sedetail
dan seakurat mungkin.
Komentar
Posting Komentar