Soal dan Jawaban Materi "Masalah Penelitian" | Metode Penelitian
1. Jelaskan maksud “masalah” dan
“rumusan masalah” dalam penelitian!
a.
Masalah dapat
diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar
terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan pelaksanaan, antara rencana
dengan pelaksanaan. Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat
diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan
kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan
kompetisi.
b.
Rumusan Masalah itu merupakan
suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun
demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap
rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
2. Jelaskan bentuk-bentuk rumusan
masalah penelitian dan berikan 1 contoh masing-masing!
Bentuk-bentuk
rumusan masalah penelitian ini dikembangkan berdasarkan penelitian menurut
tingkat eksplanasi (level of explanation). Bentuk masalah dapat
dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.
a.
Rumusan masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptid adalah suatu rumusan masalah yang
berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variable mandiri, baik hanya
pada satu variable atau lebih (variable yang berdiri sendiri). Jadi dalam
penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variable itu dengan variable
yang lain, dan mencari hubungan variable itu dengan variable yang lain.
Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.
Contoh
: Seberapa tinggi tingkat
kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan?
Dari contoh diatas terlihat bahwa pertanyaan penelitian berkenaan
dengan satu variable atau lebih secara mandiri.
b.
Rumusan masalah Komparatif
Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang
membandingkan keberadaan satu variable atau lebih pada dua atau lebih sampel
yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
Contoh
: Adakah perbedaan prestasi
belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variable penelitian
adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan swasta)
c.
Rumusan masalah Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang
bersifat menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih. Terdapat tiga
bentuk hubungan yaitu : hubungan simetris, hubungan kausal, dan
interaktif/reciprocal/timbal balik.
Contoh : Pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar
anak di SD Kabupaten Alengkapura
3. Jelaskan maksud dan macam-macam
variabel penelitian!
Variabel
penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian adalah suatu
atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai
variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya.
a.
Variabel Independen
Variable ini sering disebut sebagai variable stimulus, predictor,
antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variable bebas.
Variable bebas adalah merupakan variable yang mempengaruhi atau menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variable dependen(terikat). Dalam SEM (Structural
Equation Modeling/Permodelan Persamaan Struktural), variabel independent
disebut sebagai variabel eksogen
b.
Variabel Dependen
Sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam
bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat
merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modelling/Pemodelan Persamaan Struktural,
variabel dependen disebut sebagai variabel indogen.
c.
Variabel Moderator
Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah)
hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabel disebut juga
sebagai variabel independent kedua. Hubungan perilaku suami dan isteri akan
semakin baik (kuat) kalau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada
pihak ketiga ikut mencampuri. Disini anak adalah sebagai variabel moderator
yang memperkuat hubungan, dan pihak ketiga adalah variabel moderator yang
memperlemah hubungan. Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat
apabila peranan guru dalam menciptakan iklim belajar sangat baik, dan hubungan
semakin rendah bila peranan guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
d.
Variabel Intervening
Dalam hal ini Tuckman (1988) menyatakan “An intervening variable
is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be
seen, measure, or manipulate”. Variabel intervening adalah variabel yang
secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independent dengan
dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan
diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara
variabel independent dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung
mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
e.
Variabel control
Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga
hubungan variabel independent terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor
luar yang tidak diteliti. Variabel control sering digunakan oleh peneliti, bila
akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.
Komentar
Posting Komentar